Kamis, 18 November 2010

Laporan praktikum biologi dasar sel hewan, sel tumbuhan dan benda - benda kecil lainya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sel merupakan organisasi terkecil dari materil yang mengandung kehidupan. Beberapa ahli biologi mengatakan adanya kehidupan didalam suatu partikel yang lebih kecil dari sel yang terkecil di sebut virus ( Placzar,1986).
Bentuk sel ada yang pipih, memanjang, sangat panjang dan bikonkaf. Sedang ukuran dari sel pada umumnya microskopis. Pada manusia diameter rata-rata kira-kira 10ยต, namun pada sel-sel telur yang belum memulai perkembangan, merupakan sel tungal yang biasanya terlihat dengan mata biasa (Anonymous, 2009).
Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secarqa autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi (Iqbal Ali,2009).

2.1 Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda – benda kecil lainya adalah agar praktikan dapat mengetahui dan membedakan sel hewan dan tumbuhan.
Tujuan dari praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda – benda kecil lainnya adalah agar praktikan dapat menerapkan penggunaan mikroskop dengan baik dan benar.

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi dasar tentang sel hewan, sel tumbuhan dan benda – benda kecil lainnya dilaksanakan padahari Jum’at tangal 01 oktober 2010 pukul 09.45 WIB sampai 11.15 WIB. Bertempat di laboratorium IIP (ilmu-ilmu perairan) fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas Brawijaya Malang.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sel
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan di atur dalam suatu sel dan berlangsung didalamnya. Sel juga terbagi menjadi 2 yaitu: sel eukariota, dan sel prokariota. Sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular, sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling kerja sama dalam lingkup yang rapi (Anonymous, 2010).
Sel adalah unit organisasi terkecil yang mengatur kehidupan makhluk hidup. Sel berdiferensiasi membentuk jaringan (Wheller,2006).

2.2 Bentuk – Bentuk Sel dan Fungsinya
Pada sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel , sehinga membrane sel dapat bergerak dengan bebas. Pada tumbuhan bentuknya tetap karenamemiliki dinding sel, sehingga gerakaan membrane sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coclus), oval dan spiral (Wheller,2006)
Sel berbentuk pipih contohnya sel epitel, berbentuk tabung contohnya sel penyangga pada daun , berbentuk bulat contohnya sel basil dan berbentuk oval serta spiral (Supriyono,2007).

2.3 Bagian – Bagian Sel dan Fungsinya
Menurut (Kusnadi,2009) sel tersusun atas beberapa bagian ,

a. Membran plasma
Berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsanganluar sel.
b. Sitoplasma
Sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
c. Nukleus
Sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur pembelahan sel.
d. Lisosom
Berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel,.
e. Retikulum Endoplasma Halus
Berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun.
f. Kompleks Golgi
Organel yang menampung dan mengolah protein.
g. Mikrotobulus
Mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.
h. Vakuola
Tempat menyimpan cadangan makanan.
i. Badan Golgi
Merupakan tempat situs respirasi selular.
j. Kloroplas
Tempat berlangsungnya fotosintesis.

2.4 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Menurut (Kusnadi,2009) perbedaan sel hewan dan tumbuhan adalah ,

No Sel Tumbuhan Sel Hewan

1 Tidak ada sentriol Terdapa sentriol
2 Terdapat sitokenesis Tidak ada pembentukan dinding sel
3 Tidak ada pembatasan pertumbuhan Terdapat batasan pertumbuhan
4 Sel lebih besar Sel lebih kecil
5 Mempunyai sentrosom Tidak mempunyai sentrosom dan sentriol
6 Memiliki plastida Tidak memiliki plastid
7 Memiliki vakuola Vakuola kecil
8 Memiliki membrane sel Tidak ada mebran sel
9 Tidak memiliki lisosom Memiliki lisosom

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Fungsi
Alat – alat yang digunakan dalam praktikum biologi dasar tentang sel hewan, sel tumbuhan dan benda – benda kecil lainya adalah,

1. Mikroskop binokuler
Untuk mengamati sel hewan dan sel tumbuhan.
2. Objek glass
Sebagai wadah / dasar untuk meletakan preparat yang akan diamati.
3. Cover glass
Untuk melindungi atau untuk menutup preparat.
4. Silet
Untuk menyayat tipis bahan yang akan diamati dengan mikroskop.
5. Pinset
Alat bantu untuk mengambil benda – benda yang kecil.
6. Jarum pentul
Untuk mengambil benda yang berukuran sangat kecil.
7. Nampan
Untuk wadah alat dan bahan.
8. Batang korek api
Untuk mengambil epithelium squmasum pipi.
9. Beaker glass
Untuk wadah cairan yang digunakan praktikum.

3.2 Bahan dan Fungsi
Bahan – bahan yang digunakan pada praktikum biologi dasar tentang sel hewan, sel tumbuhan dan benda – benda kecil lainya adalah,
1. Kentang dan ketela pohon
Diiris tipis dan digunakan untuk pengamatan sel.
2. Kulit bawang merah
Untuk pengamatan sel.
3. Paramecium dan mucor
Untuk pengamatan sel.
4. Ephitelium squamasum pipi
Untuk pengamatan sel.
5. Larutan Y-KY
Untuk memperjelas hasil pengamat.
6. Aquades
Untuk memperjelas hasil pengamatan.
7. Daun hydrla, jamur ikan dan irisan gabus
Untuk pengamatan sel.

3.3 Skema Kerja

3.3.1 Kentang
Disiapkan Mikroskop
Disayat tipis kentang
Diletakan pada gelass objek
Ditetesi larutan Y-KY (1tetes)
Ditutup dengan cover glass
Diatur perbesara 40 x
Diamati dan digambar hasilnya
Hasil







3.3.2 Ketela Pohon
Disiapkan alat dan bahan
Gabus pohon di sayat
Diletakan pada gelas objek
Ditetesi larutan Y-KY
Ditutup dengan cover glass
Diatur perbesaran 10 x
Diamati dan digambar hasilnya

3.3.3 Kulit Umbi Bawang Merah
Disiapkan alat dan bahan
Disayat tipis kulit umbi
Diletakan pada objek glass
Ditetesi aquades (1 tetes)
Ditutup dengan cover glass
Diatur perbesaran 40 x
Diamati dan digambar hasilnya



3.3.4 Spora Paku – Pakuan
Dipersiapkan mikroskop
Diambil spora menggunakan jarum
Diletakan diobjek glass
Ditetesi air (2 tetes)
Ditutup dengan cover glass
Diatur perbesaran 10 x
Diamati dan digambar hasilnya

3.3.5 Paramecium
Dipersiapakn mikroskop
Ditetesi objek dengan air eraman jerami
Ditutup dengan cover glass
Ditetesi cairan lugol dari tepinya
Diatur perbesaran 40 x
Diamati dan digambar hasilnya




3.3.6 Mucor
Dipersiapkan mikroskop
Ditetesi objek glass dengan mucor dan air tawar
Ditetesi dengan 20% alcohol (2 tetes)
Diatur perbesaran 40 x
Diamati dan digamabr hasilnya


BAB IV
PEMBAHASAN


4.1 Data Hasil Pengamatan
No Nama Sel Gamabr Tangan Gambar Literatur
1 Kentang


2 Ketela pohon


3 Bawang merah


4 Epitel


5 Mucor


6 Paramecium


7 Hydrllia




4.2 Analisis Prosedur

a. Kentang
Pertama-tama mempersipkan alat dan bahan, kemudian menyayat kentang tipis-tipis dengan menggunakan silet lalu meletekan sayatan kentang pada objek glass dan tatasi kentang dengan larutan y-ky kemudian menutup objek glass dengan menggunakan cover glass terus mengamati dengan menggunakan microskop yang menggunakan perbesaran 40 x kemudian mengamati dan mengambar untuk menuliskan hasil.

b. Ketela pohon
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan.kemudian menyayat tipis ketela pohon dengan menggunakan silet kemudian meletakan objek pada objek glass dan menetesi dengan aquades. Usahakan objek glass miring dengan kemiringan 45 derajat kemudian menutup dengan cover glass terus mengamati menggunakan microskop dengan perbesaran 10 x. Kemudian digamabar dan diamati untuk menuliskan hasil.

c. Bawang merah
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit bawang tipis –tipis dengan menggunakan silet, kemudian meletakan pada objek glass dan menetesi menggunakan aquades, usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat kemudian menutup bengan cover glass kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 40 x kemudian mengamati dan menggambar untuk menuliskan hasil.

d. Spora paku – pakuan
Pertama – tama mempersiapkan alat dan bahan. kemudian mengambil spora paku menggunakan jarum untuk mempermudah. Meletakannya diatas objek glass untuk diamati. Ditetesi dengan air agar terlihat jelas saat diamati dengan mikroskop. Kemudian menutup objek glass dengan cover Glass agar tidak bergerak saat diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 x. kemudian mengamati dan menggambar untuk menuliskan hasil.

f. Mucor
Pertama – tama mempersiapkan alat dan bahan. Kemudian mengambil satu tetes mucor dalam air tawar agar mudah diamati. Meletakannya diatas objek glass untuk diamati. Ditetesi dengan alcohol 20% agar terlihat jelas saat diamati dengan mikroskop. Kemudian menutup objek glass dengan cover glass agar tidak bergerak saat diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 x. kemudian mengamati dan menggambar untuk menuliskan hasil.

g Paramecium
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan, kemudian mengambil segelas air kultur jerami dan mengambil beberapa tetes dengan menggunakan pipet tetes lalu meneteskan pada objek glass usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat terus di tutup dengan cover glass, kemudian mengamati dengan mikroskop dengan perbesaran 40 x lalu mengamati dan menggambar hasil.

h Ephitelium
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan,kemudian mengorek pada bagian pipi dalam menggunakan korek penthul, , kemudian meletakan pada objek glass dengan menetesi larutan biru methilen, usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat kemudian menutup bengan cover glass kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 40 x kemudian mengamati dan menggambar hasil.


4.3 Analisis Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan adapun analisis hasilnya adalah sel hewan memiliki perbedaan denga sel tumbuhan.
Secara mikroskopis sel – sel yang telah diamati semua hasil sama dengan literature yang ada. Bahwa secara sederhana perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah pada dinding selnya. Dimana sel hewan tidak memiliki dinding sel sementara sel tumbuhan memiliki dinding sel.
Jadi, pada pengamatan yang telah dilakukan adalah benar dan sama persis dengan literatur.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum biologi mengenai sel hewan, sel tumbuhan dan hewan – hewan kecil lainnya dapat di simpulkan bahwa,
1. Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
2. Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
3. Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
4. Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue silet batang korek api, jarum penthul dan cover glass.
5. Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: ketela pohon, bawang merah, ephitelium squasum, kentang sel gabus, paramecium, aquades dan larutan Y-KY.

5.2 Saran
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar